Petualangan Vs Larangan Gunung Sumbing (Part 1)

Sabtu , 1 agustus 2012 sya dan teman –teman saya dari SMA Negeri 1 temanggung mengadakan pendakian ke gunung sumbing. Tim kami terdiri atas 9 laki-laki dan 2 perempuan. Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki ke gunung sumbing. Sebelumnya saya pernah mendaki ke gunung sindoro.  Ini menjadi pengalaman yang sangat mengasyikan karena pada pendakian kali ini kami melewati jalur baru yang belum banyak pendaki mengetahuinya. Memang ada salah satu dari anggota kami yang pernah mendaki gunung sumbing, tapi tidak untuk jalur yang satu ini. Satupun dari kami belum ada yang pernah melewati jalur baru ini. Kami tertarik untuk melewati jalur ini karena menurut cerita, jalur ini memiliki pemandangan yang lebih indah dengan track yang lebih menantang. Pada hari sabtu jam 7 malam kami tiba di bascamp. Disana kami mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan mendaki. Benda-benda yang tidak diperlukan dalam penadakian kami titipkan di bascamp. Yang membuat kami sedikit shock adalah setengah jam setibanya kami di bascamp tiba-tiba datang seseorang dari desa tersebut yang membawa surat larangan mendaki dari dinas perhutanan karena datangnya musim kemarau mengakibatkan seringnya terjadi kebakaran di hutan-hutan gunung yang masih alami. Awalnya kami sedikit kurang yakin untuk tetap mendaki. Selain karena belum ada yang tahu bagaimana track jalur baru ini kami juga takut jika saat kami mendaki kami terjebak kebakaran diatas. Tapi kami terus membulatkan tekad untuk tetap mendaki dan mendesak pemilik bascamp agar kami diperbolehkan untuk tetap mendaki dengan berbagai alasan. Akhirnya kami pun segera berangkat untuk mendaki, yakni pada pukul delapan malam. Kami hanya dibekali peta jalur dan nasehat-nasehat apa yang tidak boleh dilakukan ketika kami mendaki gunung sumbing. Seperti pada saat kami berada di area larangan (hutan kyai dan pete cina) disini kami tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor, mengeluh, atau buang air.  Saat kami baru akan memasuki hutangunung sumbing tepatnya di gerbang sipetung camp, nampaknya asap putih yang mengepul dari sisi atas gunung sumbing. Kami pun sedikit goyah dan bimbang untuk melanjutkan perjalanan karena asap putih itu berubah menjadi kemerah-merahan yang nampaknya itu adalah sebuah kebakaran yang lumayan besar. Tapi salah seorang dari Tim kami itu terus berusaha meyakinkan bahwa tidak akan ada-apa jika kami terus lanjutkan pendakian ini. Akhirnya kami lanjutkan pendakian ini dengan membawa beban yang berat tapi tidak terasa. J

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s