Contoh karya Tulis yang Baik dan Benar

“PENGARUH METODE MENGAJAR GURU TERHADAP MINAT SISWA”

 

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Dalam kegiatan belajar mengajardi sekolah, siswa dituntut untuk selalu konsentrasi dalammenerima materi pembelajaran. Namun banyak faktor yang mempengaruhi tingkat konsentrasi siswa saat proses pembelajaran. Salah satunya adalah metode mengajar guru saat menyampaikan materi.Sering kita temui beberapa anak sulit memahami materi pembelajaran yang sedang diajarkan.Maka dari itu, guru dituntut untuk selalu kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran agar dapat membangun minat belajar siswa.

Setiap siswa memiliki ketertarikan pada mata pelajaran tertentu yang biasanya akan berpengaruh terhadap pemahaman siswa dalam mata pelajaran tersebut. Semakin tinggi ketertarikan dan minat siswa, maka ia cenderung semakin termotivasi untuk memperhatikan dan akan mudah memahami materi. Sebaliknya, jika siswa tidak menaruh minat pada mata pelajaran tersebut, maka perhatian siswa kepada materi yang disampaikan akan sangat berkurang. Jika hal ini terjadi secara terus menerus tanpa adanya upaya dari pendidik untuk membangkitkan minat belajar siswa, bisa jadi kebiasaan ini berdampak buruk pada prestasi siswa di sekolah.

Tiap-tiap guru mempunyai metode mengajar yang berbeda, tergantung pada karakter dan kreatifitas guru tersebut.Hal ini dapat dijumpai di setiap sekolah, termasuk SMA Negeri 1 Temanggung.Dari sekitar 50 guru yang ada di SMA Negeri 1 Temanggung, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam mengajar.Namun, tidak semua guru memiliki metode mengajar yang diharapkan oleh sebagian besar siswa. Apalagi di zaman yang semakin modern ini,pola pikir siswa sudah semakin maju sehingga mereka menginginkan proses belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Maka dari itu, penulis memilih tema pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa ini agar dapat menginspirasi guru-guru untuk memperbaiki metode mengajar mereka sehingga dapat meningkatkan semangat belajar siswa.

    1. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa?

  2. Bagaimana metode mengajar guru yang diharapkan oleh siswa?

  3. Bagaimana cara membangkitkan minat belajar siswa?

 

    1. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa.

  2. Mengetahui metode mengajar guru yang diharapkan oleh siswa.

  3. Mengetahui cara membangkitkan minat belajar siswa.

 

    1. Manfaat Penelitian

  • Segi teori

  • Bagi guru : Memberikan wawasan kepada guru tentang cara mengajar

yangidealdankreatif sehingga dapat membangun minat

belajar siswa.

  • Bagi siswa : Mengetahui psikologis siswa saat di sekolah terutama saat

proseskegiatan pembelajaran.

  • Segi praktik

  • Bagi guru : Mendorong guru untuk mengajar secara kreatif dan efektif agar

dapatmempermudah pemahaman siswa dalam menerima

materi pelajaran.

  • Bagi siswa :Membantu siswa meningkatkan minat belajar di sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

    1. Metode Mengajar

Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Dalam pengertian lain, metode mengajar adalah teknik penyajian yang digunakan oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas agar pelajaran tersebut dapat ditangkap dan dipahami oleh siswa dengan baik.

Siswa sebagai sasaran pembelajaran dituntut untuk meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga dapat memiliki hasil belajar yang baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai.Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, maka salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan metode mengajar yang tepat agar siswa dapat menguasai dan memahami konsep-konsep materi pembelajaran dan keterampilan.

Metode mengajar merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Menurut Winarno yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:148) metode pengajaran adalah cara-cara pelaksanaan daripada proses pengajaran, atau soal bagaimana teknisinya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada siswa di sekolah. Dengan menggunakan metode mengajar yang tepat diharapkan siswa dapat memahami secara optimal materi pelajaran yang diajarkan oleh guru.Djayadisastra (1985:13) mengemukakan bahwa “berhasil tidaknya siswa dalam pembelajaran sangat tergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang dipergunakan oleh guru”.

Beberapa jenis metode mengajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran antara lain metode ceramah, resitasi, tanya jawab, diskusi, dan sebagainya. Namun, metode ceramah lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada siswa, sehingga guru tidak mampu untuk mengontrol sejauhmana siswa telah memahami uraian pelajaran yang telah diberikan, karena ketenangan atau kediaman siswa dalam mendengarkan pelajaran belum pasti bahwa siswa telah memahami uraian dari pelajaran yang diberikan oleh guru. Selain itu metode ceramah yang selalu digunakan dan terlalu lama dapat menimbulkan kejenuhan dan kebosanan bagi siswa, sehingga proses pembelajaran tidak berlangsung secara efisien dan tujuan pembelajaran tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.

    1. Guru

Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri, dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.( Noor Jamaluddin 1978: 1)sedangkan Menurut pepatah jawa, Guru adalah digugu lan ditiru yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan dan teladan bagi siswanya agar dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Saat ini sosok guru sudah ikut “ter-reformasi”. Guru dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang selalu berkembang dan mengikuti kemajuan jaman. Sudah bukan zamannya lagi guru dengan metode yang kaku, memiliki pengetahuan terbatas, dan tidak mau terbuka dengan kemajuan teknologi.

    1. Siswa

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, siswa berarti orang atau anak yang sedang berguru (belajar, bersekolah).Sedangkan menurut Prof. Dr. Shafique Ali Khan, pengertian siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan.Seorang pelajar adalah orang yang mempelajari ilmu pengetahuan untuk meningkatkan intelek dan moralnya dalam rangka mengembangkan jiwanya dan mengikuti jalan kebaikan. Siswa atau murid adalah salah satu komponen utama dalam proses belajar-mengajar. Di dalam proses belajar-mengajar, murid sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Murid akan menjadi faktor penentu sehingga dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Murid secara kodrati telah memiliki potensi dan kemampuan-kemampuan tertentu.Hanya saja murid itu belum mencapai tingkat optimal dalam mengembangkan kemampuannya.Oleh karena itu, murid memerlukan bimbingan dari sosok yang dianggap dewasa yang dapat membantu mengasah dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya secara optimal.

    1. Komunikasi

Dalam proses belajar komunikasi antara guru dengan siswa sangatlah penting, sebab tanpa adanya komunikasi yang baik proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik pula. Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi-informasi, pesan-pesan, gagasan-gagsan dan pengertian-pengertian, dengan menggunakan lambing-lambang yang mengandung arti atau makna, baik secara verbal maupun nonverbal dari seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lainnya dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian dan atau kesepakatan. (komunikasi dan hubungan masyarakat internasional, 2005:10)

 

    1. Minat Belajar

Dalam memudahkan pemahaman tentang pengertian minat belajar, maka terlebih dahulu akan diuraikan pengertian kata minat dan belajar itu sendiri.

      1. Pengertian Minat

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2010:180).The Liang Gie menyatakan minat berarti sibuk, tertarik, atau terlihat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu.Dalam hal ini, besar kecilnya minat sangat tergantung pada penerimaan akan suatu hubungan antara diri seseorang dengan sesuatu di luar dirinya. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu  tentu akan lebih memperhatikan dengan perasaan senang tanpa ada tekanan. Untuk mencapai prestasi yang baik minat menjadi sangat penting, sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efesien. Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran, sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataanya apa yang menarik minat menyebabkan pula kita kita berperhatian, dan apa yang menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita.” (Dakir. 1971 : 81)

 

      1. Pengertian Belajar

Belajar menurut bahasa adalah usaha (berlatih) dan sebagai upaya mendapatkan kepandaian. Sedangkan menurut istilah belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain. Berikut ini merupakan pengertian belajar menurut para ahli:

        1. Ernest H. Hilgard
          Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada sebelum itu.
        2. Nototadmodjo
          Belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup.

        3. Ahmadi A.
          Belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia.
        4. Oemar H.
          Belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara berperilaku yang baru berkat pengalaman dan latihan
        5. Cronbach
          Belajar sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu menggunakan panca indranya

        6. Winkel
          Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan – perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap.

Dari penjelasan tentang pengertian minat dan belajar yang telah diuaraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah suatu keinginan atau ketertarikan yang disertai perhatian dan keaktifan yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

    1. MetodePenelitian
      1. Pendekatan Penelitian

Untuk mengadakan suatu penelitian, diperlukan suatu metode tertentu untuk memecahkan masalah (Koentjaraningrat, 1994: 7). Pendekatan kualitatif menurut Bogdan dan Tylor dalam bukunya Lexy J. Moleong adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2005: 4). Jenis penelitian ini peneliti gunakan dengan alasan jenis penelitian ini dirasa mampu memberikan data atau informasi tentang pengaruh metode mengajar terhadap minat belajar siswa SMA N 1 Temanggung. Data yang telah diperoleh nantinya akan diolah sehingga mampu memberikan suatu solusi dan sumbangan pemikiran tentang pengaruh metode mengajar terhadap minat belajar siswa dikalangan SMA N 1 Temanggung.

      1. Studi Pustaka

Metode studi pustaka adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari data dari media cetak atau media elektronik. Metode studi pustaka ini dilaksanakan oleh penyusun dengan mempelajari secara cermat berbagai buku, artikel di internet dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan metode mengajar guru, kemudian penyusun mengambil data yang bersangkutan dengan tema pengaruh metode mengajar guru terhadap minat siswa, setelah itu penyusun memasukan data-data tersebut ke dalam laporan penelitian ini.

 

      1. Angket

Metode angket adalah metode pengumpulan data untuk memperoleh data nyata dari sample yang akan diteliti dengan membuat pertanyaan seputar tema yang bersangkutan. Penyusun menggunakan metode angket ini dengan cara membuat beberapa pertanyaan seputar metode mengajar guru, setelah itu penulis menyebarkan angket ke siswa-siswi SMA N 1 Temanggung. Kemudian hasil dari angket tersebut penyusun rekap dan dibuat berupa gambar diagram, dengan menampilkan presentase pada setiap jawaban yang telah dijawab oleh para siswa-siswi SMA N 1 Temanggung.

 

3.1.4. Wawancara

Metode wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mewawancarai narasumber yang dapat memberi informasi yang berkaitan dengan tema. Metode ini dilakukan penulis dengan cara membuat beberapa pertanyaan yang menyangkut tentangmetode mengajar guru, kemudian penyusun mengajukan pertanyaan yang telah dibuat kepada narasumber. Dalam mengajukan pertanyaan ini, penyusun melakukannya secara langsung, artinya penyusun berbicara langsung dengan narasumber.Dalam wawancara ini penyusun melakukan wawancara dengan salah satu guru SMA Negeri 1 Temanggung. Selama wawancara berlangsung penulis juga menulis jawaban dari narasumber yang kemudian jawaban tersebut akan dilampirkan dalam laporan penelitian dan juga dijadikan bahan untuk menyusun pembahasan laporan penelitian ini.

 

3.2. Penentuan Objek

3.2.1. Populasi

Penelitian mengenai pengaruh gaya mengajar guru terhadap minat siswa dilaksanakan dengan sasaran pupulasi siswa dan siswi SMA N 1 Temanggung.

3.2.2. Sampel

Ruang sampel pada penelitian ini terbatas pada beberapa siswa dan siswi SMA N 1 Temanggung. Rinciannya adalah kelas X sebanyak 20 murid, kelas XI sebanyak 20 murid, serta Ibu Asih selaku guru mata pelajaran biologi SMA N 1 Temanggung sebagai narasumber.

 

3.3.Waktu dan Tempat

3.3.1. Waktu

Penelitian ini dilaksanakan mulai minggu keempat bulan Januari sampai minggu pertama bulan Maret tahun 2013. Berikut jadwal pembuatan laporan penelitian

 

 

 

 

 

 

 

NO

KEGIATAN

JANUARI

FEBRUARI

MARET

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Persiapan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Pengumpulan Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Pengorganisasian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Penyuntingan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Penyusunan Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Penyajian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3.2. Tempat

Penelitian ini dilaksanakan dilingkungan SMA N 1 Temanggung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

    1. Hasil Penelitian
      1. Penelitian Berdasarkan Angket
        1. Persentase mengenai pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa.

 

 

 

 

 

 

Dari 40 sampel yang telah diteliti, 95% beranggapan bahwa metode mengajar guru berpengaruh terhadap minat belajar siswa, 2,5% beranggapan bahwa metode mengajar guru tidak berpengaruh terhadap minat belajar siswa, 2,5% beranggapan bahwa metode mengajar guru sedikit memengaruhi minat belajar, dan 0% yang beranggapan kadang-kadang. Jadi lebih dari sebagian sampel beranggapan bahwa metode mengajar guru berpengaruh terhadap minat belajar siswa.

 

 

 

 

 

        1. Persentase mengenai ada tidaknya guru yang tidak disukai oleh siswa.

 

 

 

 

 

 

 

Dari 40 sampel yang ada, 87% siswa menjawab ada, 13% siswa menjawab tidak. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki guru yang tidak ia sukai.

 

        1. Persentase mengenai alasan mengapa siswa tidak menyukai guru tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari 40 sampel yang diteliti, 25% beralasan guru tersebut membosankan, 25% beralasan guru tersebut terlalu banyak membahas diluar materi pelajaran, 20% beralasan tidak sesuai dengan yang diharapkan siswa, 17% beralasan guru tersebut pilih kasih terhadap siswanya, dan sisanya 13% tidak diiisi. Jadi sebagian besar siswa beralasan tidak menyukai seorang guru karena membosankan dan terlalu banyak menjelaskan diluar materi.

 

        1. Persentase mengenai pengaruh metode mengajar guru terhadap nilai yang diperoleh siswa.

 

 

 

 

 

 

Dari 40 sampel yang diteliti, 80% siswa beranggapan bahwa metode mengajar memengaruhi nilai, 10% siswa beranggapan kadang-kadang, 5% siswa beranggapan tidak, dan 5% siswa lain beranggapan sedikit. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa beranggapan bahwa metode mengajar guru memengaruhi terhadap nilai yang diperoleh.

 

        1. Persentase mengenai metode guru yang dianggap sesuai dengan kondisi siswa saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

Dari 40 sampel yang telah diteliti, 65% siswa menganggap bahwa metode selingan cerita merupakan metode yang paling sesuai dengan kondisi siswa saat ini, 25% siswa menganggap bahwa metode yang mementingkan pemahaman merupakan metode yang sesuai, 7% memilih metode tanya jawab, dan sisanya 3% memilih metode berdiskusi.

 

        1. Persentase mengenai tanggapan siswa terhadap metode bercerita yang digunakan guru.

 

 

 

 

 

 

Dari 40 sampel yang ada, 50% siswa menganggap bahwa metode bercerita dalam penyampaian materi menarik, 28% menganggap bahwa metode tersebut membuat paham, 15% siswa menganggap metode tersebut sangat membantu, dan sisanya 7% siswa menganggap metode tersebut tidak sesuai dengan harapan siswa.

 

 

      1. Penelitian Berdasarkan Wawancara

Berdasarkan wawancara dengan narasumber, kami peroleh data sebagai berikut:

  1. Nama : Asih Sri Suparni

Pekerjaan : Guru mata pelajaran Biologi SMA N 1 Temanggung

Waktu wawancara : Rabu, 27 Februari 2013 pukul 14.00-14.30 WIB

Metode mengajar yang diterapkan oleh narasumber biasanya sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang sedang diajarkan. Metode-metode itu antara lain adalah inovasi, diskusi, debat, dan eksperimen. Metode inovasi biasanya diterapkan pada bab klasifikasi, yaitu dengan mengubah syair sebuah dengan lirik yang menyangkut materi tersebut. Metode diskusi biasanya diterapkan pada bab ekosistem. Kemudian, metode debat diterapkan pada bab zat adiktif. Sedangkan metode eksperimen diterapkan pada bab jamur dan alga. Menurut Ibu Asih, metode mengajar yang paling diminati siswa tergantung pada kesukaan siswa tersebut terhadap suatu mata pelajaran. Karena Ibu Asih pernah menemui siswa yang merasa bosan saat pembelajaran. Beliau berpendapat bahwa kebosanan tersebut dikarenakan faktor eksternal, contohnya siswa merasa bosan karena sedang sakit atau sedang mendapatkan masalah di luar sekolah. Namun di sisi lain, apabila Beliau menemui seorang siswa yang terus menerus bosan saat menerima pembelajaran, dan hal tersebut mengganggu jalannya proses KBM, maka Beliau akan berusaha mendekati siswa tersebut dan mencari tahu apa penyebab kebosanannya dengan cara yang halus. Untuk meningkatkan minat belajar siswa, Ibu Asih akan memberikan motivasi agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Ibu Asih mendeteksi minat seorang siswa terhadap mata pelajaran yang diampu Beliau dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. Metode mengajar yang berhasil menarik minat siswa akan meningkatkan nilai mereka di sekolah. Sebagai seorang guru hal itu tentu akan membuat senang.

 

    1. Pembahasan
      1. Pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa

Setiap guru memiliki metode mengajar yang berbeda. Metode yang diterapkan tersebut akan menimbulkan pengaruh yang berbeda pula bagi minat belajar siswa. Metode mengajar guru di kelas dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan membantu mereka dalam menangkap materi pelajaran yang disampaikan. Sehingga pengetahuan mereka akan semakin luas karena dapat memahami materi dengan baik. Dengan metode mengajar yang ideal dan bervariasi, akan mengurangi kebosanan dan kemalasan siswa dalam belajar, serta otak akan lebih fresh dalam proses pembelajaran berlangsung. Di lain sisi, ada pula metode mengajar guru SMA N 1 Temanggung yang kurang ideal sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi siswa. Dengan metode yang kurang ideal tersebut, siswa cenderung tidak bersemangat mengikuti pelajaran di kelas. Maka, proses pemahaman siswa akan terhambat sehingga akan berpengaruh terhadap prestasi mereka di sekolah. Dengan metode mengajar yang monoton juga akan membuat siswa bosan dan mengantuk saat proses pembelajaran. Dari pemaparan tersebut, penulis membenarkan bahwa metode mengajar guru akan berpengaruh terhadap minat dan prestasi belajar siswa siswi SMA N 1 Temanggung.

      1. Metode mengajar yang diharapkan siswa

Setiap siswa tentunya mengharapkan metode mengajar yang diterapkan guru dalam proses belajar mengajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Namun, masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, sehingga guru tidak mungkin akan menerapkan berbagai macam metode mengajar dalam satu pertemuan sekaligus. Hal itulah yang mendorong seorang guru untuk mengupayakan metode mengajar yang tepat bagi siswa dalam pembelajaran di kelas.Maka dari itu guru dituntut untuk selalu kreatif dalam mengajar agar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan kondusif.Ada berbagai metode yang dapat diterapkan. Salah satunya yang paling diminati siswa yaitu metode bercerita. Berdasarkan survei, metode bercerita sangat diminati siswa karena sangat menarik dan membuat paham siswa dengan materi yang diajarkan. Namun, guru juga dapat menerapkan lebih dari satu metode. Dalam proses belajar mengajar di SMA N 1 Temanggung, sebagian guru telah menerapkan beberapa metode mengajar yang sesuai dengan harapan siswa. Hasil dari penerapan variasi metode mengajar tersebut dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas sehingga mereka meraih prestasi yang baik.

 

4.2.3. Cara meningkatkan minat belajar siswa

Untuk meningkatkan minat belajar siswa, guru dituntut agar kreatif dalam menerapkan metode mengajar yang menarik. Selain itu, guru juga dapat memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bersemangat dalam menerima

 

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

    1. Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode mengajar guru dapat memengaruhi minat siswa terhadap suatu mata pelajaran. Sedangkan metode mengajar yang tidak sesuai dapat membuat siswa tidak paham dengan materi yang diajarkan sehingga memengaruhi nilai yang diperoleh siswa. Setiap guru memiliki metode mengajar yang berbeda. Ada banyak sekali metode mengajar yang dapat digunakan oleh guru seperti metode ceramah, resitasi, tanya jawab, diskusi dan lain sebagainya yang bisa disesuaikan dengan kondisi, situasi maupun tipe siswa yang diajar.

 

    1. Saran

Agar proses pembelajaran berjalan dengan baik maka dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menggunakan metode mengajar yang sesuai. Salah satunya yang paling diminati siswa yaitu metode bercerita.
  2. Adanya usaha untuk memahami materi yang diajarakan dan mengikuti pembelajaran dengan metode yang digunakan (bagi siswa).
  3. Adanya rasa saling pengertian antara guru dan murid.
  4. Adanya sikap saling menghargai antara guru dan murid.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Djajadisastra, J.1985. Metode-Metode Mengajar.Bandung:Angkasa

 

Gie,Liang.1998.“Introduction to The Study of Public Administration”. Dalam

http://grahacendikia.wordpress.com/2009/04/23/minat-belajar-siswa. Di unduh 4 januari 2013.

 

Rudi, T. May .2005.komunikasi dan hubungan masyarakat internasional.Jakarta:Refika Aditama

 

Slameto.2010.Author.Jakarta:Rineka Cipta

 

Suryosubroto, B. 2002.Proses belajar mengajar.Jakarta:Rineka Cipta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s