Malangnya Indonesiaku, oh Pemimpin ku… (DINASTI KORUPSI part 1)

cats

Aneh tapi nyata itulah negaraku. Sebenarnya bukan indonesia yang aneh, tetapi segelintir orang yang mendiaminya. Segelintir orang yang haus akan harta dan kekuasaan. Segelintir orang yang tak mengerti akan moral dan etika. Segelintir orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain. Segelintir orang yang hanya bisa melempar tanggung jawab. Dan segelintir orang yang tak pernah bercermin.

Sebenarnya memuakkan tapi terus berlanjut. Lagi-lagi korupsi, dan lagi-lagi kader Partai DEMOKRAT. Kasian sekali presiden SBY harus ikut terkena KOTORAN karena tingkah dan ulah anak buahnya. Seperti ingin mengukir dan membentuk sebuah DINASTI KORUPSI dinegeri ini, dengan lahapnya mereka memakan dan menggerogoti uang rakyat. Tak pernah percermin pasti adalah kata yang sangat bagi mereka TIKUS-TIKUS BERBULU DOMBA. Tapi sejujurnya bukan hanya tikus-tikus itu yang patut disalahkan. Bagaimana dengan pendukung mereka saat menyalonkan diri? Bagaimana dengan orang-orang yang tega melihat ibu pertiwi terluka hanya dengan ratusan ribu  bahkan hanya puluhan ribu rupiah untuk jangka waktu 5 tahun. Mereka juga hanya bisa menyalahkan orang yang mereka pilih (KORUPTOR) tanpa bercermin dan introspeksi diri atas suara yang mereka jual pada orang yang salah. Bahkan jika mereka menjual suara mereka pada pemimpin yang amanah pun mereka TETAP SALAH. Tapi itulah segelintir orang munafik yang ada di Indonesia, tak ada yang mau bersalah dan di salahkan. Hanya ke egoisan, keserakahan, dan tak pernah bercermin.

(Indonesia adalah negara demokrasi, setiap orang bebas mengemukakan pendapat. bila terdapat kesalahan saya minta ma’af karena ketidak tahuan saya.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s